Jumat, 28 Juni 2019

Menemukan Tulisan yang Seharusnya Sudah Di-post


Menua bersama.

Pada sebuah waktu, saya terpantik oleh kalimat itu. 
Terdengar indah ya? Ya, segala sesuatu yang dilakukan bersama-sama memang terkesan lebih menyenangkan. Tapi bagaimana bila, kalau janji itu harus direlakan dan tidak sanggup ditepati? 

Manusia bisa punya banyak rencana. 

Lalu, tentang kesendirian memang menyimpan banyak komentar. Padahal belum tentu dengan sendiri, hidup jadi lebih tidak menyenangkan.


Pernikahan yang tidak bisa diteruskan.
Tak ada yang pernah bersiap untuk perceraian. Bahkan sampai saat ini, di mana saya harus mengalaminya sendiri. Peristiwa ini masih tabu, apalagi di keluarga saya. Tapi, bukan berarti hal ini menjadi hal yang tak bisa terjadi.
Betapa sebuah hubungan dan komunikasi bisa seberantakan itu. Dan muara dari segala permasalahan, tak pernah bisa terlihat di mana. Tidak pernah bertemu. Singkatnya, kami hanya sanggup bilang, kalau jalan kami tidak cocok.

Lalu, bagaimana dengan tulisan saya di bawah, mengenai-- bagaimana kami bisa memutuskan bersama, dan lain-lain sebagainya?

Itu masa lalu. 

Apa pun bisa berubah. Bahkan cuaca yang sudah ada prediksinya pun bisa dengan mudah berubah. Bila dapat diterima dengan mudah melalui bahasa keislaman, semua sudah kehendak Allah.
Apakah Allah menghendaki kebersamaan dan/ untuk/ juga perpisahan? Pasti salah satu dari kalian akan bertanya ini setelah baca kehendak Allah.

Saya bilang sekali lagi, sudah takdir. 

Saya mempunyai takdir sendiri jika menikah dengan A, saya punya takdir sendiri jika menikah dengan B, dan saya juga punya takdir sendiri jika menikah dengan C. Saya hanya menjalani garis takdir. 

Pasti berat alasan ini diterima nalar. Tapi saya yang tau dan merasakan sendiri, perjuangan untuk mempertahankan yang sama sekali tidak lagi cocok, adalah sebuah kesia-siaan yang mutlak.

Hidup harus berjalan. Sampai nanti waktunya berhenti, sampai masing-masing dari kita mati.

Dan perceraian, hanyalah sebuah chapter. 

Masih banyak halaman-halaman lain yang lebih menarik untuk dikunjungi.

Keumala, fasten your seatbelt.

___





- Draft on 26 Juli, 2018
Saya memang tidak harus menceritakan semua hal tentang kegagalan ini. Dan tulisan-tulisan yang saya unggah, semua itu bukan untuk drama, apalagi untuk membuktikan bahwa saya tidak move on. Come on, open your mind. Saya rasa ini justru menjadi waktu dan babak baru kehidupan saya. Saya sudah rela tinggalkan semuanya di belakang. 

Saya rasa, saat saya masih sulit menerima keadaan dan berdarah-darah, saya tidak dapat menulis kisah perpisahan. Atau tidak bisa mengunggah apa-apa. Tapi, saat saya tetiba membaca kembali draft ini, saya merasa sudah baik-baik saja. Makanya saya bisa unggah tanpa perasaan yang aneh. Hihihi. 

Semua orang punya cara masing-masing untuk sembuh, kan? 
Alhamdulillah, i'm okay 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar