Bagi seseorang, mungkin butuh ratusan kali jatuh, untuk
membuat dia mencintai dirinya sendiri. Menerima secara sadar, bahwa
ketidakmampuan diri untuk menerima segala hal yang tak sesuai dengan keinginan,
adalah proses jatuh bangun yang panjang.
Saya, mewakili jiwa-jiwa yang masih berproses untuk menerima. Saya rasa tak apa untuk berjalan lebih lambat dari orang-orang di sekeliling. Saya rasa juga tak apa, ada hal-hal yang tak bisa saya dapat, sementara orang-orang di sekeliling saya sudah (merasa) memilikinya.
Saya, mewakili jiwa-jiwa yang masih berproses untuk menerima. Saya rasa tak apa untuk berjalan lebih lambat dari orang-orang di sekeliling. Saya rasa juga tak apa, ada hal-hal yang tak bisa saya dapat, sementara orang-orang di sekeliling saya sudah (merasa) memilikinya.
Kadang saya berjalan terlalu lamban. Kadang saya mampu berlari.
Kadang saya juga bisa terjatuh. Lagi, dan lagi.
Saya rasa tak apa. Iya, jelas saya sedang menyemangati diri
sendiri. Kalau bukan saya, siapa lagi?
***
Ketika saya pada akhirnya memutuskan untuk bercerai, sudah
tidak ada lagi hal yang sanggup saya perbaiki, kecuali diri saya. Sudah tidak
ada lagi hal yang bisa saya selamatkan, kecuali menyelamatkan diri saya
sendiri. Ya, tentunya dengan Keumala. Keumala adalah satu paket dengan diri
saya sejak saya menjadi Ibu. Di mana ada Keumala, saya akan terus ada di dalamnya.
Saya dengan sadar mengambil langkah ini, karena saya sudah cukup sadar bahwa selama pernikahan, saya mencoba tetap sadar. Saya sebisa mungkin harus sadar bahwa tujuan saya dalam pernikahan adalah untuk ibadah. Saya harus sadar bahwa saya adalah seorang istri dan ibu, yang mau tak mau harus bisa kuat dalam senyap. Saya harus tetap sadar bahwa kapasitas saya sebagai manusia, perempuan, dan istri adalah tetap di bawah kendali dan ridho suami.
Saya harus sadar akan itu semua.
Menjaga kesadaran selama itu, rasanya saya juga harus sadar;
kalau ternyata jalan yang kami pilih sudah berbeda untuk meraih tujuan pernikahan.
***
Saya bersatu karena Allah, saya berpisah, insyaa Allah juga saya niatkan karena Allah.