Saya mencoba hidup kembali, setelah beberapa kali mati.
Banyak yang mengira, saya menghilang. Mungkin iya, saya pernah menghilang. Dan sesungguhnya saat itu, saya sedang dalam medan perang yang lain. Berperang yang bukan untuk menang atau kalah. Tapi untuk tetap bertahan- tetap sama-sama hidup- dan tetap sama-sama selamat.
Banyak yang mengira, saya menghilang. Mungkin iya, saya pernah menghilang. Dan sesungguhnya saat itu, saya sedang dalam medan perang yang lain. Berperang yang bukan untuk menang atau kalah. Tapi untuk tetap bertahan- tetap sama-sama hidup- dan tetap sama-sama selamat.
Saya memulai perjalanan rumah tangga dengan seseorang yang
menakjubkan. Saya tidak lagi punya simpanan kata untuk menggambarkannya. Hanya
mungkin, perasaan dan waktu-waktu itu dipenuhi dengan rasa takjub.
Butuh serangkaian waktu untuk berpikir, apakah saya akan menulis atau tidak. Karena jari-jari saya juga sudah kelu.
Butuh serangkaian waktu untuk berpikir, apakah saya akan menulis atau tidak. Karena jari-jari saya juga sudah kelu.
Sejak 2016 dan menikah, kehidupan saya berubah total. Saya
mulai belajar menyerahkan hidup saya, tentunya dengan keyakinan awal bahwa saya
menikah dengan orang yang memiliki satu visi, misi, dan tujuan yang sama dengan
saya.
Tak butuh waktu lama, banyak komitmen yang tidak terpenuhi. Betapa
pernikahan bisa sesulit itu.
Saya sudah resmi berpisah dengan lelaki yang pernah saya
pilih.
Tidak mudah untuk mengakui kegagalan ini. Tidak mudah pula untuk
berjuang dan mempertahankan kami. Tidak mudah pula setelahnya, untuk menjalani
kehidupan sebagai single working mom. Tapi semua ini hanya tidak mudah. Bukan
tidak mungkin.
Saya mengenal diri saya. Saya hanya butuh waktu untuk sembuh. Saya tidak trauma meskipun pernah patah, atau (mungkin) depresi.
Pasti ada pintu lain yang akan saya temui. Seperti rejeki,
ada yang hilang dan pasti ada yang akan datang. Selama masih ada usia, Allah
akan menetapkan rejeki dalam bentuk apa pun, demi bisa terus berusia.
Note: Saat ini saya sudah baik-baik saja. Kabar ini mungkin
sesuai perkiraan kalian, atau mungkin malah meledak di mata kalian saat kalian baca tulisan ini.
Intinya saat ini saya hanya berusaha kembali hidup dan berjalan sebagaimana
saya pernah bangkit dan terus berjalan dari jatuh-jatuh sebelumnya.
Saya mencoba hidup kembali, setelah beberapa kali mati.
Saya mencoba hidup kembali, setelah beberapa kali mati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar