Jumat, 08 Juni 2018

Pantry Sore Ini

Saya datang ke tengah tiga orang wanita yang sedang ngemil sambil ngobrol di pantry. Ini bulan puasa, hari masih sore. Iya, mereka non islam dan ada yang sedang menstruasi. 

Lalu saya berjalan menuju kulkas. 

Enam pasang mata melihat saya. 

"Lagi mau ngambil susu, buat buka puasa, kemaren aku taro freezer, hihihi" sambil nyengir dan memegang susu kotak coklat dingin saya membalas tatapan mereka. 

"Eh, itu punya siapa sih, bolu udah dipotong2 dari kemaren ngilerin banget?" tanya salah seorang wanita manis, Mba Ratna

"Ngga tauuu" ketiga dari kami menjawab kompak 

"Bukannya yang udah di sini milik umum?" tanya saya polos 

"Eeee, kalo yang ditaro sini (meja), terus ditinggalin sama orangnya, iya milik umum. Kalo yang di kulkas kan disimpen. Kita kan punya adat istiadat ya masa ambil-ambil aja? Jangan dong, kecuali laper banget" sambil senyum manis yang buat Mba Ratna tambah manis

"Iyaya" jawab saya 

"Paling kalo udah laper banget ya diambil dua potong. Hahahaha. Terus pake note, 'ini harganya berapa? Saya ambil dua potong, soalnya mau mati, kelaperan' Hahahaha" Kembali Mba Ratna berkelakar. 

Lalu kata-kata adat istiadat menyangkut di otak saya. Betapa manusia sungguh harus memiliki rem untuk setiap yang dilakukannya. Dengan pegangan adat istiadat tersebut, sesuatu milik seseorang tetap terjaga. 

Keumala, baik-baik lah, Nak. Dalam belajar segala akhlak baik dan mulia. Serta norma, apalagi adat istiadat.

- Cikini, 8 Juni 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar