Tampilkan postingan dengan label tentang rasa.... Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tentang rasa.... Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Mei 2021

See you when i see you

Kalian pernah nggak, ada di titik nggak pengen apa-apa, cuma lagi jalan aja ngikutin arah takdir? 

Saya lagi mengalami itu dan mikir, kok bisa gitu ya? 
_

Dua bulan ke belakang, saya lagi penuh eager untuk kerja. Lalu, hal besar terjadi dan itu cukup mempengaruhi mood saya. 
_

Tapi lagi-lagi, saya memutuskan untuk keep fighting. 
Saya siap menghadapi hal besar itu di kantor. 
Kita liat ya, takdir membawa kita untuk bersikap gimana nanti di kantor. 
_

See you when I see you
:)

Sabtu, 17 April 2021

Apa Rasanya Viral?

Jadi, teman-teman. Saya nggak bermaksud dan nggak expect bahwa twit saya yang ini bisa viral. Aktivitas saya malam itu ditutup dengan makan Umaku Sushi. Ini sushi enak banget yaa Allah, sashimi-nya gede-gede banget 😍😭
Lalu saya pulang agak malam, mandi, dan setelah itu malah segar. 

Akhirnya di tengah malam itu saya ngetwit. Karena memang twitter saya adalah akun lama, jadi banyak mutual saya yang memang followersnya banyak. Dan malam itu, Mas Erwin Arnada, yang kebetulan mutual saya dan followersnya banyak, meng-quote twit saya. 



Ya abis ngetwit, saya tidur, sih. Pagi-pagi kaget, karena mulai ramai. Di-quote sana sini sama akun yang followersnya banyak. Di-reply sama komika-komika yang biasanya, saya yg nyamber mereka. Sampe 2 hari itu notif full, nggak berenti. Saya kan bukan siapa-siapa, ya. Tiba-tiba viral itu bikin saya deg-deg-an. Tau sendiri kan kekuatan jari netizen kita, kalo udah pro, pro banget, kalo udah kontra, kontra banget. 

Saya berulang kali baca twit saya, memastikan dan meyakinkan diri sendiri, nggak ada maksud nyinggung siapa-siapa. Kan ini pengalaman saya. Hanya, memang ada beberapa penggunaan kalimat/kata yang kurang pas. Tapi temen saya bilang, itu kan twitter, bukan disertasi.


Memang buat orang yang bacanya dengan kepala jernih, pasti ngerasanya twit saya ya gitu aja--bukan yang ada maksud untuk membuat orang nggak punya standar dalam mencari pasangan. Balik lagi, kalo bacanya dengan pikiran jernih, ya. Tapi kan, keadaan orang saat baca sesuatu itu di luar kendali saya, ya. 

Pada dasarnya, itu saya lagi monolog. Karena saya sendiri lagi berpikir, untuk kesempatan ke dua dalam memilih pasangan, saya harus gimana, sih? Masa iya mau nyari yang sempurna? Kan saya sendiri jauh dari kata sempurna. Sesimple itu, teman-teman. 

Segitu banyaknya likes dan RT, disusul juga sahut-menyahutnya temen2 yang kontra. Ada yang akhirnya mereka ribut sendiri. Saya soalnya takut salah ngomong, jadi yaudah, sebagai yang punya rumah nonton keributan aja. Kalo kata temen saya, rem saya masih bagus. Wkwkwk. Cakram, bosssss. 

Lalu apa rasanya, viral? 
Shocked, seneng karena banyak yang setuju, banyak juga yang berterima kasih dan dapet insight (nah yang adem2, bisa cek di quote twit). Nggak lupa, saya juga takut sama yang ngegas padahal nggak paham twit saya 🌝

Di sinilah saya akhirnya tau, menjadi viral, yang harus tebal bukan hanya lemak #ehkok, tapi juga telinga. Karena tanggapan mereka-mereka yang kontra, terdengar seperti teriak-teriakan di kuping saya. 

Tapi rasanya saya hanya ingin balas, "Cobain aja dulu, nikah, kak. Testimony later" 
Karena yang ngegas banyak yang belom nikaaaah πŸ˜‘ 

Hanya berbeda jam, beberapa teman saya menemukan twit saya sudah lintas platform.
Di Quora, di beberapa akun Instagram, sampai di portal online. 

Begitulah, mungkin saya pernah gibah, jadi saat ini dibalas tuntas sama Allah, ribuan pasang mata komenin twit saya, walaupun banyakan yang setuju, sih, wkwk 😢😢

10 hari pasca twit saya viral, saya masih tiap hari terima notifnya 😢😢

Selasa, 07 Mei 2019

Yang Terjadi Adalah

Pelan-pelan ya, saya coba kembali- dengan hati-hati memilih bagian mana yang harus saya tuliskan. Bagi sebagian orang yang biasa menulis tentang apa saja, menjadi terbungkam dan dibungkam, berarti bisa saja hidupnya berhenti.

Saya mencoba hidup kembali, setelah beberapa kali mati.
Banyak yang mengira, saya menghilang. Mungkin iya, saya pernah menghilang. Dan sesungguhnya saat itu, saya sedang dalam medan perang yang lain. Berperang yang bukan untuk menang atau kalah. Tapi untuk tetap bertahan- tetap sama-sama hidup- dan tetap sama-sama selamat.

Saya memulai perjalanan rumah tangga dengan seseorang yang menakjubkan. Saya tidak lagi punya simpanan kata untuk menggambarkannya. Hanya mungkin, perasaan dan waktu-waktu itu dipenuhi dengan rasa takjub.

Butuh serangkaian waktu untuk berpikir, apakah saya akan menulis atau tidak. Karena jari-jari saya juga sudah kelu.

Sejak 2016 dan menikah, kehidupan saya berubah total. Saya mulai belajar menyerahkan hidup saya, tentunya dengan keyakinan awal bahwa saya menikah dengan orang yang memiliki satu visi, misi, dan tujuan yang sama dengan saya.
Tak butuh waktu lama, banyak komitmen yang tidak terpenuhi. Betapa pernikahan bisa sesulit itu.

Saya sudah resmi berpisah dengan lelaki yang pernah saya pilih.

Tidak mudah untuk mengakui kegagalan ini. Tidak mudah pula untuk berjuang dan mempertahankan kami. Tidak mudah pula setelahnya, untuk menjalani kehidupan sebagai single working mom. Tapi semua ini hanya tidak mudah. Bukan tidak mungkin.

Saya mengenal diri saya. Saya hanya butuh waktu untuk sembuh. Saya tidak trauma meskipun pernah patah, atau (mungkin) depresi.

Pasti ada pintu lain yang akan saya temui. Seperti rejeki, ada yang hilang dan pasti ada yang akan datang. Selama masih ada usia, Allah akan menetapkan rejeki dalam bentuk apa pun, demi bisa terus berusia.  

Note: Saat ini saya sudah baik-baik saja. Kabar ini mungkin sesuai perkiraan kalian, atau mungkin malah meledak di mata kalian saat kalian baca tulisan ini. Intinya saat ini saya hanya berusaha kembali hidup dan berjalan sebagaimana saya pernah bangkit dan terus berjalan dari jatuh-jatuh sebelumnya. 
Saya mencoba hidup kembali, setelah beberapa kali mati.

Jumat, 27 Januari 2012

the last day, pake koma (,)

#thelastday

Okay, hallo blog,


THIS IS THE LAST DAY, :)
pake koma, biar terakhirnya itu buat kata terakhir di sini aja, bukan terakhir bernafas..

:)
last day apa sih kok seneng banget keliatannya? hehhe
yap, ini hari terakhir gue di Alcatel Lucent

awal-awal gue masuk sini kan, gue ngupdate blog

ternyata
gue ga nyangka, ada juga akhirnya dari perjalanan gue di Alcatel..

gue sekarang udah di kontrak (atau sudah jatuh tempo masa kontraknya) :D

gaji gue udah naik lah pasti, hehe

dan sekarang gue ga ngerti kenapa excited banget buat keluar dari sini, padahal kan gue ngga tau nantinya gimana, nantinya ke mana, asal jangan luntang-lantung aja ya Oom, hehehe


Okay, WELCOME TO THE NEW LIFE!!

So excited!

Hope i can get my better future.. amen

:)