Tampilkan postingan dengan label ngayal (mulu). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ngayal (mulu). Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Juli 2013

Mimpi dari Telur


Dari Google
Ada cerita dari seorang Bapak Pemetik Kelapa. Seorang bapak yang punya mimpi. Mimpi yang luar biasa. Saat beliau sedang memanjat pohon kelapa, beliau menemukan sebuah sarang burung kecil yang tersangkut di antara sela buah-buah kelapa. Entahlah, kenapa pohon yang kurus, tinggi, langsing, dan berdahan tanpa cabang malah dipilih seekor induk burung untuk menjadi persinggahan sarangnya. Burung apakah yang rela bolak-balik terbang tinggi-tinggi dan mondar-mandir mengumpulkan bahan untuk membuat sarang dan bertelur, lalu meninggalkan keduanya? Tidak tahu. Bukan hanya saya yang tidak tahu. Tapi Si Bapak Pemetik Kelapa juga tidak tahu itu telur burung apa. 

Setelah Si Bapak menjatuhkan beberapa buah kelapa ke tanah, kemudian beliau mengambil telur yang ada di sarangnya dengan hati-hati dan membawanya turun.
"Ini telur burung apa ya kira-kira?"
"Nggak tau. Nemu di mana, Pak?"
"Di atas, itu loh ada sarang burung"
"Kok bisa, Pak?"
"Ya apa yang nggak bisa di dunia ini?"
Hening.

"Jadi nanti, saya tetaskan telur ini, kemudian saya rawat sampai gede, lalu nanti burungnya saya ternakkan, lalu hasil ternaknya untuk membeli sepeda motor, lalu akan saya siapkan anak buah untuk ngojek, hasil ngojek akan saya gunakan untuk beli mobil, lalu saya jadi juragan angkutan, lalu nanti saya belikan kereta api, uang hasil sewaan kereta api akan saya belikan pesawat terbang... Ngeng.... Ngengg...." Beliau masih menggenggam telur burung itu, diajaknya berdansa dalam genggaman seperti menerbangkan pesawat kertas. Mimpinya luar biasa tinggi, jauh lebih tinggi dari pohon yang baru saja dipanjatnya, walau hanya berbekal sebutir telur burung temuan di pohon kelapa. Saking semangatnya, telur itu terlempar membentur pohon kelapa.

DUGG!!. PYARRRRR. 
Google - Edit


Mimpi itu seketika hilang. Pecah. Berantakan.

"Hahahaha." Beliau tertawa kencang sekali.
Mungkin menertawai mimpinya yang baru saja hancur beleberan.

Selasa, 11 Juni 2013

Inget Debby

Kembali akan bercerita tentang Debby Aryunita. Sahabat saya yang seksinya kayak Paris Hilton. Saya pernah bercerita tentang Debby di tahun 2010. Saat dia mau pulang dari Belanda. Ngapain dia di Belanda? Ya baca aja dulu di sini. Saya ngakak sendiri, sih pas bacanya. Inget seberapa irinya liat kasih sayang seorang bule. Hahaha. Bule itu sweet banget ya kelakuannya. *jadi nginget-nginget pas Debby sama Mike ngakak-ngakak di telpon kalo saya sama Debby lagi di Bloc. Kafe FISIP UI. Inget banget panggilan 'Schatje' nya nggak pernah ketinggalan. Tau, deh, lupa tulisan Schatje nya gimana. Googling aja gih, 'Sayang' dalam bahasa Belanda.

Si Schatje-nya Debby ini manggil saya crazy girl. Mike sering nitip salam buat saya, itu biasanya kalo kita dulu komen-komenan di FB. Entah apa yang diceritain Debby ke Mike tentang saya. Emang hubungan mereka asik banget, deh, jadi becandanya Bule dengan Betawi itu nyampur, rame. Dari ngomongin perasaan sampe ngomongin dagangan jepitan abang-abang.

Sebenernya, kalo diinget-inget, sih, irinya itu, si Mike sayang banget sama Debby. Sampe apa aja dikasih ke Debby. Kayak pas Debby iseng mau beli sepatu yang 600ribu di PIM, tuiiiing, langsung ditransfer dari Belanda. *matre detected, lu yan, fokusnya ke sana* HAHAK. Bukan, bukan gitu, maksudnya. Maksudnya, ibarat kata, kalo Debby pun minta matanya Mike dengan alasan supaya Mike nggak jatuh hati sama cewek lain, kayaknya Mike bakal lakuin. *hening seketika*

Ciye, Debby, yang disayang banget sama Mike tapi nyelingkuhin Mike karena alasan LDR. *keluar tanduk*

Emang brengsek nih anak. Ga tau diri. Hahaha. Emosi.
Mike udah ke Indonesia cuma buat nemuin Debby. Nemenin belanja. Nemenin hang out. Nemenin berenang. Jauh itu yang nemenin dari Belanda. Malah diputusin gara-gara alasannya nggak kuat LDR, nggak kuat kalo nggak liat pacarnya di depan mata. Pas Debby selingkuh, saya nggak paham kenapa saya marah banget. Selingkuhnya di depan mata saya soalnya. Udah foto-foto sama Jo, temen lamanya yang baru ketemu lagi, udah clubbing bareng, diupload di FB, di twitter. Sampe saya DM ngomel. Nanya kronologisnya.

Debby bilang, "Gue butuh pacar yang ada di depan mata, Yan, yang bisa nemenin gue kapan pun gue butuh temen. Punya pacar kok jauh, itu susah kalo kangen" lalalalalala *tonjok*
Selama baru pacaran dan belum ada Jo, dia fine-fine aja itu, foto di Paris, di tengah salju Belanda. Pokoknya Debby udah sampe terbang ke Belanda dan keliling Eropa pas liburan. Mikirin uang dan biaya hidup di sana? Ya enggaklah. Enak bener kan idupnya, ya.

Akhirnya, dengan datangnya Jo, putuslah dengan Mike. *pelet Mike*
Ya, harusnya sebagai sahabat yang baik, saya melet Mike aja ya dulu, biar Mike nggak patah hati banget. Sini, Mike, come to Mama *bawain obat merah* ngggg...........

SKIP!

Nah, setelah dijalinnya kisah cinta yang baru dengan Jo, life is well, ya Deb... *keliatannya

Sejak kuliah di semester-semester akhir, semua avatar pasti foto berdua. BBM, Twitter, Facebook, sampe Instagram, sampe dua tahun. Kalo diganti pun, cuma ganti moment, tapi fotonya selalu berdua. Iri? Enggak. Bosen, iya. :))

Seinget saya, saya ketemu Jo cuma sekali. Tapi udah lupa mau ngapain, ya, itu dulu. Ketemunya juga cuma di Kober, sama Debby juga, sih. Sisanya ketemu di Facebook. Ya, akhirnya, di sinilah fungsi sahabat, kayaknya. Seberapa pun nggak setujunya sama hubungan mereka, tapi berusaha tetap menerima, (baca: nerima curhatan Debby tentang Jo-kadang) karena Debby senengnya begitu. Ya, saya cuma punya pendapat, bukan punya aturan yang harus mereka turuti. Ya, kan? SIAPA ELU, YAN? :))

Lalu, *jengjengjeng* saya liat Debby ganti avatar dengan dua temannya. Satu cewe, satu cowo. Jadi mereka bertiga. Dan dia menulis status, "sepi amat nih BB, rusak apa ya?"

Setelah dua tahun, setelah segitu lamanya avatarnya nggak berganti tokoh, tetiba berganti........
*drum roll*

Saya: Debbbbbbbbbbbb
Debby: Yannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn :(
Saya: Let me guess, putus?
Debby: Yes :( Lagi mencoba kuat nih, Yan. Doain ya.

*Konfeti meledak dari dada* 
Entah itu kaget, membuncah, atau apa nama perasaannya. 

Dengernya, sih, sedih juga si Debby sedih, tapi kok semacam saya sudah menebak, ya? :D
Dan yang nggak bisa tergantikan dengan orang lain adalah moment seberapa saya terjatuh atau Debby terjatuh, pasti ada analogi yang enek menurut pandangan mata. Semisal keadaannya kemarin, "Kalo ibarat borok nih, Yan, gue lagi bernanah banget" 

Selalu ada kata-kata yang membangunkan ulat-ulat kecil di perut. So that's our friendship, guys.

Dilalui dengan chat yang panjang dan berakhir, "Sering-sering tanya kabar gue, ya Yan" 

Lalu, apa kabar kamu hari ini? 
*mau ngasih tau ke Debby, ah, tentang postingan sekarang, dan saya tertawa membayangkan tawanya* 

Semoga persahabatan kita tetep garing-garing basah seperti waffle blueberry Kober dan tidak terpisah jarak bukit Sawangan rumah kamu-setelah dibrengsek-brengsekin di atas. 
*sungkem* *ketjup basah*

Selasa, 17 November 2009

maen sinetron aja, gimana?

Durudumdururuururudumdummmdumm!!!! Jejengggg….
(sepanjang nge-blog kata pertama dalam update-an ini adalah kata terpanjang yang pernah gue tulis.. hihihi)

Ini adalah kisah minggu malam. Sekitar jam 7-an. Gue niat aja gitu mau ngupdate. Lets see… niat sama ga niat apa bedanya tulisan gue.. hahhahah

Berawal dari gue yang ditinggal pergi sama bonyok ke rumah sakit jengukin anak temen bokap gue yang dirawat di rumah sakit wilayah simpangan dan sekitarnya. (sengaja bikin kalimat yang panjang, mati gak lo baca kalimat gue barusan?? hahahha). Nah, sendirianlah gue di rumah. Akibat kerja rodi bikin donat pada minggu pagi, dan berinisiatif bantuin kerjaan nyokap dari siang, telerlah gue! Gue tiduran di depan TV (baca:teve, kata dosen gue). Akibat terlalu rontoknya badan gue, dengan pasrah gue menonton RCTI. Isinya sinetron. Yeah! Gue nonton sinetron. Yang maen tuh Naysilla Mirdad (Nia), Dude Herlino (Dude), dan pacarnya Chelsea Olivia. Gue Lupa. Oh! Glenn Alinskie (Glen). Gue berharap nongol bentar muka gue, tapi ga ada. Huahahaha. Iyalah. Siapa elo, Di!

Sebenarnya gue hanya akan mengutip adegan dari Glen dan Nia, maaf ya Mas Dude… ga kesebut disini ga akan mengurangi ketenaran kamu kok, trust me… hehee..
Begini ceritanya, si Nia kan diracunin, terus meninggal deh tuh. Lalu… Glen uring-uringan gitu. Oke juga tuh obat tetes mata… bikin Glen keliatan acak-acakan karena nangis ditinggalin Nia (kali aja si nangis beneran, tapi mana gue tau. hahhaa). Teruuuss… ceritanya Glen ga terima gitu, dia menggoncang-goncang badan Nia, dan berkata
“Nia, bangun Nia!! Keluarin racun itu dari mulut kamu! Kamu pasti bisa Nia! Kamu kan gadis yang kuat, bangun Nia!” sambil nangis tuh. Kira-kira begitulah bunyinya.

Ga lama setelah itu, DUUARR! Tiba-tiba mulut Nia memuncratkan (aih?? Bahasanya!) cairan berwarna hijau yang rencana sang sutradara adalah menunjukkan baahwa itu adalah racun. Muncratlah itu cairan ke baju Glen yang pake baju item karena ceritanya suasananya berduka. Tapi cairan itu disgusting buat mata gue. Hoek.

Coba sini gue deskripsikan. Warnanya hijau pekat. Apalah yang tepat? Pokoknya, warnanya kaya warna kulit si Ogre, Shrek. Dan kental. Dan masuk mulut. Dan dimuncratkan. Hoekkkkkkk!!! Untung, sutradaranya masih berbaik hati.. ga nyuruh Nia muncratin tuh cairan ke muka Glen. Atau jangan-jangan itu sudah terjadi? Tapi scene itu di-cut dan diulang, karena kelewat menjijikan? Entahlah.

Yang hebat dari sebuah sinetron disini adalah, bisa menghidupkan orang yang udah meninggal. Padahal selang waktunya udah cukup lama. Dari dia dirumah sakit, sampe udah di selimutin kaen batik dan digelar tahlilan. Tiba-tiba idup lagi mennnnn!!! Mejik!! (apa ganti aja ya tuh acara? Jadi The Master)

Lalu.. akibat melihat kejadian luar biasa ini di teve (taat bener ya gue sama Dosen), tiba-tiba gue berpikiran akan membuat sinetron. Karena di dalamnya dapat terjadi apa saja. Orang juga mikir, “namanya juga pilm!” atau “yahelah… sinetron banget dah!”
Gapapa deh… kan udah dimaklumin nih gaa-gara segala macem kejadian luar biasa yang apa aja bisa terjadi, gue mau ahhh… bikin sinetron… yuyuyuyuyu…

Ceritanya… ada orang yang bisa memotek lahan Kalimantan atau Sumbawa yang keren kaya taman teletubbies, pindahin atau tempelin atau jahit atau di power glue-in ke pinggir-pinggir Jakarta. Biar Jakarta ga banjir. Abisnya, sepanjang gue nonton berita hari ini (sebelum nonton sinetron inspiring itu), isinya adalah “Waspada Banjir Jakarta”. Meskipun gue di Depok, tapi kan gue bisa jadi pahlawan di sinetron yang akan gue bikin. Heheheh.. (hati-hati sajalah kalian para sutradara sinetron, hmmm)

Udah ah, gue mau mikirin lagi nih, ada ide apalagi ya buat sinetron?? atauuuu... gue aja yang maen sinetron? Hmmm.. (Zzzzzzzz). Hahahaha…